CHIT-CHAT TENTANG KEPERAWANAN
Sewaktu anda mempunyai waktu kosong atau free days, tentu saja hal yang tidak ter lewatkan adalah kopdar, nongki alias meet up, dengan teman-teman lama yang kebetulan juga punya free days yang sama atau memang lagi pengen hangout saja.
Dan saat yang ngumpul itu adalah para manusia berjenis kelamin perempuan, politik, ekonomi, dan budaya, jarang sekali bisa masuk ke pembicaraan. Gosip, adalah yang mendominasi. Tidak terkecuali di pertongkrongan yang saya hadiri.
Nah, yang menjadi topik pergosipan kami waktu itu adalah gosip tentang ‘salah satu teman kami, yang kerja kami (kebetulan tidak bisa ikut hadir), katanya merupakan simpanan Om-Om’ dan tidak jauh adalah Kaki tangan atau orang paling di andalkan di kantor kami.
Bukan katanya sih, itu memang benar. Beberapa kali saya memergoki Om-om itu keluar dari kamar kontrakan Si teman kami ini.
Anyway, sekali pun saya sama sekali tidak mengapresiasikan seorang wanita muda menyerobot suami orang, saya juga tidak merasa kami (yang nongki di situ) pantas untuk menggosipkan salah satu teman kami tersebut.
I mean mereka (dalam hal ini saya lebih sibuk meng-oh kan saja) membicarakan si Bunga (nama disamarkan) ini, sampai ke tahap mengatakan bahwa si Bunga tidak akan mendapatkan pria yang serius mencintai dia.
Kenapa? Karena si Bunga tidak menikah dengan pria yang mengambil keperawanannya.
FYI guys: dua dari teman nongki saya ini menikah di semester tiga dan karena hamil. Satu lagi akan menikah setelah habis virus cORONA akhir tahun ini, itupun masih mungkin.
Mereka juga tidak jauh berbeda dari Bunga yang tidak perawan sebelum menikah. Hanya sedikit perbedaannya, mereka telah (satu lagi akan) menikah dengan orang yang mengambil keperawanan mereka. Sedangkan Bunga dan juga saya, kebetulan tidak senasib dengan mereka.
FYI lagi guys, mereka bertiga ini melupakan fakta bahwa saya di tinggal nikah oleh orang yang mengambil keperawanan saya pada saat saya semester 5.
Ya, obviously guys, yang membuat saya lebih kesal adalah menyadari fakta bahwa saya juga pernah/sering/akan berada di posisi Bunga (digosipkan oleh mereka).
Saya juga pernah memiliki impian untuk hanya tidur dengan satu pria seumur hidup saya guys. Saya juga memiliki impian untuk menikah, menjadi ibu, dan berbahagia dengan penuh cinta di rumah milik saya dan pasangan saya. Dan tentu saja Bunga juga.
Saya ingat bagaimana Bunga memakan tiga butir paramex untuk mencoba bunuh diri saat dia putus dengan pacar nya. Saya, walaupun tidak se-ekstrim Bunga, juga memilih Jakarta sebagai tempat saya bekerja bukan hal yang tanpa alasan.
Saya dan Bunga hanyalah dua dari banyak orang yang terlanjur salah di masa muda. Well, sampai sekarang, sudah tua begini pun kami belum juga berhasil memperbaiki kesalahan kami. Malah semakin menggila.
Tidak tahu bagaimana Bunga, tapi untuk kasus saya guys, saya hanya mengambil pilihan aman.
Jujur sebenarnya, mimpi saya adalah menikah setelah mungkin 2 tahun lulus kuliah ini dan menjadi perempuan rumahan sepenuhnya. I mean fokus, tidak bekerja full time, dan hanya mengurus suami dan anak. I mean seperti Mama saya minus mama saya hanya IRT lulus SMA dan saya Lulusan Bidan and than kecerewetan dan panik nya (saya akan bersahabat dan memahami anak saya dari sisi anak muda instead).
Tapi guys, ist just a dream. Mimpi yang sangat indah jika menjadi nyata, tapi sangat beresiko juga.
Apa yang tidak terlalu beresiko alias aman tapi tetap fun?
Meneruskan bekerja seperti saat inii, dan mampu berdiri di kaki sendiri. Melajang sampai entah kapan dan memenuhi kebutuhan jasmani atau hanya dengan Hubungan No String Attached (Tanpa Komitmen) ini.
Deep down saya percaya, suatu saat nanti, pasti ada saja yang berhasil menggerakkan hati saya, dan tidak batal menautkan cincin di jari manis saya, hanya karena saya tidak perawan lagi. Saya percaya dan yakin bahwa di dunia ini masih banyak pria yang pemikirannya tidak se sempit daun padi.
Dan jika memang saya tidak menemukan mereka dan berakhir dengan menjadi wanita single sampai mati, its fine. Saya hanya perlu mencari uang lebih banyak dari biasanya untuk menyewa gigolo (ha ha ha ha!) Oh no, just a joke. Dan pula, saya patut bersyukur karena tidak terjebak seumur hidup dengan orang berpemikiran se sempit daun padi itu.
I mean guys, menilai seseorang hanya dari selaput tipis bernama selaput dara? Really? What about her excelent C++ code programe? What about her amazing cooking ability? What about her wity jokes? We not even talk about how she looks so great with your Mum.
Mana yang lebih menjamin kebahagiaan dalam rumah tangga kamu? Kemampuannya mengungkapkan ide-ide mutakhir untuk memecahkan masalah kantor yang membuat kamu pusing, di tambah harum rendang buatan tangan dia yang langsung tercium sewaktu mobil mu masuk garasi, plus ekspresi lucu yang ia tunjukkan untuk membuat kamu tertawa di saat gigi kamu sakit, dan pujian-pujian dari Mama kamu tentang dia. Atau, selaput dara dia yang kamu bobol di malam pengantin?
Another FYI guys… seorang Echy setelah di tinggal kawin pernah melakukan riset-risetan tentang operasi selaput dara. Ya, sebegitu gila rasanya waktu itu.
sampai search di mana-mana but you know that.
sampai search di mana-mana but you know that.
Mau tahu seberapa mahal guys?
Di Singapura itu berkisar dari 20-40 juta rupiah. Sedangkan di Indonesia itu berkisar dari 3 sampai dengan 15 juta rupiah tergantung dokter dan seberapa parah kerusakan di dalam sana.
Dan mau tahu seberapa lama waktu untuk mendapatkan selaput dara lengkap dengan darah perawan itu lagi?
Hanya kurang dari 30 menit guys. Plus setelah itu ada juga larangan penetrasi untuk beberapa hari.
Ini artinya, operasi tonsil memakan waktu lebih banyak dari para mengembalikan keperawanan.
Yang arti lainnya adalah: siapa pun yang memiliki uang sekitar lima jutaan dan waktu 30 menitan buat datang ke rumah sakit plus beberapa hari untuk memulihkan diri, akan bisa kembali perawan.
Da arti lain selain dua yang sudah di sebutkan di atas adalah: SAYA BISA KEMBALI PERAWAN DI MINGGU INI JUGA jika saya mau.
But i don't have money, and yah i know i'm poor.
But i don't have money, and yah i know i'm poor.
Ting-ting lagi!
Saya tidak mengidap STD (Sexual Transmited Disease), tidak pernah hamil, tidak pernah merokok, tidak juga minum minuman keras, tidak pernah clubbing, penampilan cukup tertutup, yah saya pikr saya biasa saja.
Saya ingin menjadi diri saya sendiri, Saya tidak ingin mereka menyukai kebohongan saya. Saya tidak ingin mereka jatuh cinta pada sosok impian mereka yang saya ciptakan di dalam diri saya. Saya adalah saya. Cintai saya yang ini, dengan apa adanya saya, kegilaan saya atau silakan pergi!
Saya sama sekali jauh dari bangga dengan fakta bahwa saya sudah tidak perawan, tapi saya juga tidak ingin hidup dalam keterpurukan karena itu. Cause hey, even when I’m not a virgin, I AM PRECIOUS AND WORTH IT!
Anyway, itu pendapat dan cerita saya, mohon maaf jika ada salah kata, bagaimana pendapat dan cerita kamu?^^
Love, hug, and kisses xoxoxoxo
NB: Pengalaman ini dikutip dari Blog kak Vallendri Arnout dan kebetulan ceritanya hampir sama persis.
NB: Pengalaman ini dikutip dari Blog kak Vallendri Arnout dan kebetulan ceritanya hampir sama persis.
JADI AKU PUNYA QUOTES UNTUK INI
#anak muda#beyourself#love#nogalau#jombloberkelas#kehidupanyangfana#antigalau.com
Harga diri seorang perempuan cuma di nilai dr selaput dara nya? Ini nih pola pikir budaya kolot yang sangat patriarki selaput dara bisa robek ga cuma karena penetrasi penis doang kadang org2 terlalu "pinter"sampe2 keperawanan di agung2kan di jadikan patokan perempuan ini baik2 atau jalang
#anak muda#beyourself#love#nogalau#jombloberkelas#kehidupanyangfana#antigalau.com


Komentar
Posting Komentar